Kisah Manusia Kerdil Sang Penjaga Setia Raja Sumenep

Sumenep – Akhir bulan ini, Kabupaten Sumenep, merayakan hari jadinya. Banyak cerita yang tersimpan di daerah yang berada di ujung timur Pulau Madura tersebut. Dan dalam sejarahnya wilayah ini juga mempunyai kerajaan yang terkenal pada masanya.

Salah satu raja yang terkenal adalah Pangeran Jimat dengan nama asli Raden Ahmad. Masa pemerintahannya dari tahun 1721-1744. Dia merupakan raja yang ke 27 memimpin Keraton Sumenep.

Karena Raden Ahmad adalah raja otomatis kala itu dia tinggal di sebuah keraton (kini jadi museum,red). Konon tempat tinggal sang raja ini dijaga oleh manusia-manusia kerdil. Para manusia

kerdil ini berada di pintu masuk keraton atau biasa disebut ‘Labeng Mesem’ atau pintu tersenyum. Kenapa disebut pintu tersenyum? Kabarnya saatnya itu ketika siapapun masuk ke dalam keraton akan disambut dengan senyum oleh para penjaga. Selain itu setiap tamu akan tersenyum jika melihat manusia kerdil yang saat itu menjaga di pintu masuk keraton.

Manusia kerdil ini berada di samping kanan-kiri pintu masuk keraton (Labeng Mesem). Dari atas Labeng Mesem ini juga bisa melihat para putra-putri raja dan dayang-dayang keraton saat mandi di Taman Sare.

Menurut pemandu wisata di Keraton Sumenep, Moh Erfandi menjelaskan, dalam sejarah tidak dijelaskan dari mana asal para manusia kerdil tersebut.

“Kalau cerita rakyat menyebutkan jika kedua manusia kerdil tersebut berasal dari Aceh. Kebenarannya saya tidak tahu,” kata Erfandi pada detiksurabaya.com di Jalan Dr Soetomo, Sumenep, Kamis (7/10/2010).

Erfandi mengatakan juga tidak ada catatan lengkap mengenai para manusia kerdil ini. Tapi dari berbagai cerita mereka dikenal abdi raja yang setia dan mempunyai ketangkasan, cakap dan mampu memprediksi peristiwa yang akan terjadi di lingkungan keraton.

“Konon, dia juga mampu menghibur raja dan keluarganya jika dalam keadaan sedih ataupun lelah,” ungkapnya.

Sebagai penghargaan kesetiaan para manusia kerdil, mereka dimakamkan berdekatan dengan makam sang raja. Makam mereka berada di sebelah kanan kiri tempat peristirahatan terakhir Pangeran Jimat. Makam mereka berada di kubah kedua di bagian barat Asta Tinggi, Kebonagung atau pemakaman raja-raja Sumenep yang saat ini menjadi wisata religi.

Dalam sejarahnya, Adipati pertama Sumenep adalah Raja Arya Wiraja. Secara umum dia dikenal sebagai seorang pakar dalam ilmu penasehat dan pengatur strategi, analisanya cukup tajam dan terarah.

Sebagian jasa Arya Wiraja antara lain, mendirikan Majapahit bersama Raden Wijaya, menghancurkan tentara Cina atau Tartar serta mengusirnya dari tanah Jawa. Raja Arya Wiraja dilantik sebagai Adipati pertama Sumenep pada tanggal 31 Oktober 1269, yang kemudian ditetapkan sebagi hari jadi Kabupaten Sumenep.

sumber : http://surabaya.detik.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: