Investasi Waktu (Tamat)

Membaca konsep peluang dari Gede Prama Ideas, membuat saya lebih tertegun. Ya. ternyata tiap manusia diberi oleh Allah SWT peluang. Peluang disini bukanlah sejenis keadaan yang berdiri di luar sana, dan menunggu untuk ditemukan. Peluang, lebih merupakan keadaan yang tercipta dari cara kita berespons terhadap kehidupan. Bagi mereka yang pesimis dan mudah sekali patah semangat, peluang akan jarang muncul. Bukan karena Tuhan pilih kasih, namun lebih karena cara berespons yang dibungkus terlalu banyak pesimisme. Demikian juga sebaliknya.

Kalau kita baca kisah dari orang-orang yang sukses, maka ada perbedaan yang jelas antara mereka dengan orang yang belum sukses. Padahal mereka mempunyai modal yang sama yaitu waktu (lihat investasi waktu (1)) dan peluang. Orang-orang sukses adalah mereka mampu menginvestasikan waktunya untuk menemukan bahkan menciptakan peluang. Sementara orang yang gagal adalah sebaliknya. Orang-orang yang sukses ada yang berpendidikan tinggi, ada juga yang lulusan SMP (masih ingat Susi Pudjiastuti pemilik Susi Air kan ?) yang paling penting bukan pendidikan, pengalaman maupun keturunan, namun bagaimana kita berespons terhadap keadaan. Ini yang menentukan, apakah kita akan buta terhadap peluang, atau bakal menemukan ’pelangi’ peluang di mana-mana. Apakah pendidikan itu tidak perlu ?  Pendidikan, pengalaman, keturunan dan latar belakang sejenis, suka tidak suka, mau tidak mau, berpengaruh terhadap totalitas cara kita berespons. Membuat kita menjadi tahu ‘peta’ yang ada di kepala kita. Jika petanya takut, gagal, pesimis dan sejenis, maka ’wilayah’ peluang yang Anda lihat menjadi amat sempit dan penuh dengan bahaya. Sebaliknya, bila peta yang ada di kepala adalah spirit untuk senantiasa mencoba, yakin akan berhasil, dan sikap sejanis, maka ’wilayah’ peluangnya besar dan lebar. Dan terakhir, pada dasarnya diri kita ini lebih mirip karet yang lentur dibandingkan batu yang keras. Ini berarti, seberapa kuatpun belenggu warisan masa lalu, ia tetap bisa diubah. Namun, sebagaimana karet, tarikan sekali yang terlalu keras bisa membuatnya putus. Dalam membuatnya berubah, kita mesti tekun, pelan, konsiseten. Oleh karena itu sudah saatnya kita berubah untuk menjadi yang lebih baik lagi. Ayo kita coba lakukan !.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: