Tergantung Persiapan

Dalam sebuah pengajian, seorang jama’ah bertanya pada seorang ustadz yang mengisi pengajian tersebut. “Ya ustadz.. bagaimana caranya kita bisa khusyuk berdzikir kepada Allah SWT. Apakah dengan cara menggoyang-goyang kepala seperti sebagian orang lakukan ? atau ada cara lain ?.”

Dengan bijak, ustadz tersebut mengatakan : “Persoalannya bukan pada bagaimana anda bisa khusyuk dalam berdzikir, melainkan bagaimana persiapan anda untuk berdzikir kepada Allah SWT. Seperti dalam sholat, bila kita berangkat ke masjid untuk sholat berjamaah dengan tergesa-gesa. Sampai di masjid, dengan napas masih ngos-ngosan, mana bisa khusyuk sholat ? Bandingkan bila kita sudah mempersiapkan, sebelum adzan sudah berwudhu.. saat adzan kita sudah berangkat ke masjid.. sampai di masjid, sambil menunggu iqomat, kita berdzikir… maka dengan persiapan seperti ini, tentu kita lebih khusyuk dalam sholat”.

Saya merenungi kata-kata dari ustadz tadi…

Ya. semua tergantung persiapan. Bila kita sudah mempersiapkan lahir dan batin, maka apapun bisa kita raih.. termasuk kekhusyukan .. Kalaupun yang kita dapatkan itu, dikatakan orang sebagai kebetulan.. maka bukankah yang namanya kebetulan itu merupakan kesempatan yang bertemu dengan persiapan ? (lihat kata penyemangat dalam blog ini)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: