Transkrip Rekaman dari KPK

Transkrip rekaman di buka untuk umum dalam persidangan Mahkamah Konstitusi hari selasa tanggal 3 Nopember kemarin. Berikut sebagian transkrip rekaman tersebut :

Suara yang diduga Wisnu ke Anggodo (23 juli 2009:12.15)

“Bagaimana perkembangannya,”

“ya, masih tetap nambahin BAP, ini saya masih di Mabes”

“pokoknya berkasnya ini kelihatannya dimasukkan ke tempatnya R (nama salah satu pucuk pimpinan kejaksaan), minggu ini, terus bali ke sini, terus action”

“RI-I belum”

“Udah-udah, aku masih mencocokkan tanggal”

Suara yang diduga Anggoro ke Anggodo (24 Juli 2009:12.25)

“Yo pokoke saiki Berita Acarane kene dikompliti”

“wes gandeng karo Ritonga kok dek’e”

“janji ambek Ritonga, final gelar iku sama kejaksaan lagi, trakhir senen”

“…sambil ngenteni surate RI-1 thok nek?”

“lha kon takok’o Truno, tho”“yo mengko bengi, ngko bengi dek’e”

Suara yang diduga Hadi Atmoko ke Anggodo (27 Juli 2009, 18.28)

“..dan ini kronologinya saya sudah di Bang Farman semua,”

“sebetulnya ada satu saksi lagi si Edi Sumarsono Pak, yang Antasari itu Pak”Sama pembuktian lagi waktu ARI kesana, ada pertemuan rapat dengan KPK Pak”

“Ada pertemuan di nya di ruang rapat Chandra”

Suara yang diduga Anggodo ke Kosasih (28 Juli 2009, 12.42)

“Kos, itu kronologis jangan Lu kasih dial oh Kos”

“Jangan dikasihkan soalnya Edi sudah berseberangan”

“Cuman Lu harus ngomong sama dia:’terpaksa Lu harus jadi saksi’, karena Chandra Lu yang perintah, kalao nggak, nggak bisa nggandeng”

Suara yang diduga Anggodo ke Female (28 Juli 2009, 21.41)

“Besok kon tak ente…, ngomong ke Ritonga, Edi Sumarsono itu bajingan bener, sebenarnya dia mengingkari semua”

“besok penting ngomong. Edi ngingkari Pak, padahal Antasari bawa Chandra”

Suara yang diduga Anggodo ke Parman (penyidik) (29 Juli 2009, 13.09)

“Kelihatannya kronologis saya yang benar”

“Iya sudah benar kok, saya lihat, di surat lalulintas. Saya sudah ngecek ke Imigrasi, sudah benar kok”

Suara yang Anggodo ke Wisnu (29 Juli 2009, 13.58)

“Terus gimana Pak, mengenai EDI gimana Pak”

“EDI udah tak omongken Irwan apa. Ini bukan sono yang salah, kita-kita ini yang jadi salah”

“Iya, padahal ia saksi kunci Chandra”

“Maksud saya Pak, dia kenalnya dari Bapak dan Pak Wisnu, gak apa-apa kan Pak”

“Nggak apa-apa, kalau dari Wisnu nggak apa-apalah”

“Kalau kita ngikutin, kan berarti saya ngaku Irwan kan. Cuma kalau dia nutupin dia yang perintah…perintahnya Antasari suruh ngaku ke Chandra itu ga ngaku. Terus siapa yang ngaku”

“ya you sama ARI”

“Nggak bisa dong Pak, wong nggak ada konteksnya dengan Chandra”

“Nggak,’saya dengar dari EDI”

“Iya dari EDI, emang perintahnya dia Pak. Lha Edinya nggak mau ngaku, gitu Pak,’dia nggak kenal Chandra, saya ndak nyuruh ngasihin duit,’ gimana bos?”

“Ya ngdak apa-apa”

nilah kelanjutan dari sebagian rekaman, dari 9 seri judul yang diperdengarkan di Mahkamah Konstitusi.

Suara yang diduga Anggodo ke Wisnu (30 Juli 2009, 19.13)

“Pak tadi jadi ketemu?”

“Udah, akhirnya Kosasih yang tau persis teknis di sana. Suruh dikompromikan disana, Kosasih juga sudah ketemu Pak Susno, dia juga ketemu Pak Susno lagi si Edi. Yang penting kalo dia tidak mengaku susah kita.”

“Yang saya penting, dia menyatakan waktu itu supaya membayar Chandra atas perintah Antasari”

“Nah itu”

“Wong waktu di malam si itu dipeluk anu tak nanya, kok situ bisa ngomong. Si Ari dipeluk karena teriak-teriak, dipeluk sama Chandra itu kejadian”

“Bohong, nggak ada kejadian, kamuflase saja.”

“Nggak ada memang. Jadi dia cuma dikasih tau disuruh Ari gitu. Dia curiga duite dimakan Ari.”

“Bukan soal Ari-nya Pak, dia cerita pada waktu ke KPK dia yang minta Ari, kalau ditanya saya bilang Edi ada disitu, diwalik sama-sama dia, Ari yang suruh ngomong dia ngomong dia ada. Kalau itu saya ga jadi masalah pak, itu saya suruh…”

“Pokoknya yang kunci-kuncinya itu saya sudah ngomong sama Kosasih, kalo tidak ada lagi…nyampe…ya berarti ya enggak bisa kasus ini gitu”

“Yang penting buat saya Pak si Ari ini, dia ngurusi Ade Rahardja segala. Ujug-ujugnya dia dapet perintah nyerahkan ke Chandra itu siapa Pak? Kan nggak nyambung pak”

“Bukan Pak, dia memerintahkan nyerahken ke Chandra yang Bapak juga tahu kan, karena kalo ga ada yang merintah Chandra Pak, nggak nyambung uang itu lho”

“Memang keseluruhan tetap keterangan itu, kalau edi nggak ngaku ya biarin yang penting Ari sama Anggodo kan cerita itu”

“kan saksinya kurang satu”

“Saksinya akan sudah 2, Ari sama Anggodo”

“Saya bukan saksi, saya kan penyandang dana kan”

“kenapa dana itu dikeluarkan, karena saya disuruh si Edi kan, sama saja kan, ha ha ha…”

“suruh dia ngaku lah Pak, kalao temenan kaya gini ya percuma pak punya temen.”

“Susno dari awal berangkat sama saya ke Singapura. Itu dia sudah tahu Toni itu saya, sudah ngerti Pak. Yang penting dia nggak usah masalahin. Itu kan urusan penyidik. Yang penting dia ngakuin itu bahwa dia yang merintahkan untuk nyogok Chandra, itu aja”

“Sekarang begini, dia perintahkan kan udah Ari denger, you denger kan. Sudah selesai…”

“Tapi, kalo dia nggak Bantu kita Pak, ya malah terjerumus. Dia dibenci sama Susno”

“Biarin aja, tapi nyatanya dia ngomong dipanggil Susno”

Seseorang yang diduga Anggodo dengan Female (6 Agustus 2009, 20.14)

“iyo tapi ditakono tanda tangani teke sopo, iya toh gak iso jawab. Modele bajingan kabeh, Yang. Chandra iku yo, wis blesno ae Yang, ojo ragu-ragu…”

Seseorang yang diduga Anggodo dengan …(7 Agustus 2009, 22.34)

“menurut bosnya Trunojoyo, kalau bisa besok sudah keluar”

“Male bilang tidak bagus, karena pemberitaannya hari minggu, orang sedang libur. Bagusnya Senin pagi, langsung main”

“Truno minta TV dikontak hari ini, supaya besok counternya dari Anggoro”[bersambung]
Anggodo dengan …(8 Agustus 2009, 20.39)

“Nggak usah ngomong sama penyidik. Cuma abang saja tahu bahwa BAP nya Ari tuh seperti itu. Jadi dalam posisi dia BAP, masih sesuai apa yang dia anu. Jangan sampai dia berpikir, kita bohong”

“Siap Bang”

“Sama harus dikaitkan ini, seperti sindikat Edi, Ari sama KPK satu sindikat mau memeras kita, ya Bang”

“iya”

“Intinya si Ari sudah di BAP seperti kronologis. Kenapa kok kita laporkan Ari itu. Kenapa sudah laporan begini kok dia melarikan diri. Gitu loh. Dan si Edi itu di BAP itu nggak ngaku. Kita nggak usah ngomong. Pokoknya si edy nggak tahu kita.”

”Bang, nanti maksudnya di BAP kita nantinya, inti bahwa pengakuan itu Bang”

“iya”

“sekarang jangan dibuka dulu. Maksudnya status si Ari itu, kita merasa Ari sama Edy dan ini tuh, ini kita diperas KPK sudah kita bayar. Kenapa jadi masalah begini. Gitu loh Bos”

“Iya”

“menurut pengakuan Ari, dia sudah membayar seluruh dana teresbut kepada orang-orang KPK, nggak tahu siapa”

“Betul”

Suara yang diduga Alex dengan Anggodo (10 Agustus 2009,17.33)

“Secara keseluruhan apik. Anggoro nggak lari”

“Kenceng dia ngomonge”

“Kenceng. Tak rekam banter mau”

“Yo wes. Terus poin-poinnya tersasar, kan?”

“Sudah”

“Tidak lari. Ciamik dee njelasnoe”

“Ini ada suatu rekayasa, nampak dari pemanggilan jadi saksi terus tersangka. Tenggat waktu 9 bulan. Sudah kondusif. Moro-moro karena ada testimony, muncul pemanggilan sebagai tersangka. Secara keseluruhan oke.”

“Mengenai cekal, salah sasaran”

“Ya dalam kasus Yusuf Faisal, kok dicekal Anggoro. Itu bagaimana. Penyitaan dan penggeledahan juga salah sasaran. Dalam kasus Yusuf Faisal, kok yang digeledah Masaro. Pokoknya intinya sudah masuk semua.”

Seseorang yang diduga Alex dengan Anggodo dan Robert (10 Agustus 2009:18.07)

“Iya memang dicuplikan. Nggak banyak, tapi intinya kita berkelit, kalau ini bukan penyuapan. Karena di awal itu, beritanya dari Antasari dulu, testimoni itu. Jadi dia cuplik dari Antasari, terus baru disambung ke kita, jadi dijelaskan sama Bonaran, kalo itu bukan penyuapan. Dan permasalahannya, kedatangan Antasari menemui Anggoro itu juga membawa konsekwensi Antasari bisa dipermasalahkan”

“Ngomong gimana? Pengacara dari Anggoro press rilis hari ini.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: